Perawatan Diskolorisasi Gigi

Perawatan Diskolorisasi Gigi - Dental Universe Indonesia feature image

Perawatan Diskolorisasi Gigi

Perlu diketahui diskolorisasi gigi bisa disebabkan oleh penodaan, penuaan dan bahan-bahan kimia. Selain itu juga bisa disebabkan oleh kebiasaan minum teh, kopi ataupun sirup yang dapat menyebabkan perubahan warna. Lalu kira-kira bagaimana ya cara mengatasinya?

Tetrasiklin merupakan antibiotika yang digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit infeksi bakteri yang terjadi pada kulit, usus, saluran pernapasan, saluran kemih, kelamin, kelenjar getah bening, dan bagian lain dalam tubuh. Tetrasiklin tidak akan berfungsi untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti flu dan pilek.

Penggunaan tetrasiklin sebaiknya harus dengan resep dokter. Untuk ibu hamil dan anak berusia kurang dari 8 tahun sangat tidak dianjurkan, kurun waktu konsumsi tetrasiklin juga perlu diperhatikan, mengingat efek samping yang ditimbulkan, khususnya pada kesehatan gigi dan mulut. Berikut adalah efek samping dalam penggunaan tetrasiklin, yaitu :

  1. Perusakan warna pada gigi

Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya perubahan warna pada gigi. Faktor-faktor tersebut antara lain struktur kimia dari senyawa tetrasiklin, dosis yang digunakan, lamanya pemakaian dan masa pembentukan gigi.

Faktor utama penyebab dari perubahan warna pada gigi anak akibat tetrasiklin adalah pemberian obat dalam masa pembentukan gigi, baik gigi sulung maupun gigi permanen. Pada masa pembentukan gigi, struktur gigi yang sedang mengalami kalsifikasi seperti kalsium akan diikat oleh tetrasiklin secara irreversible. Kemudian ikatan tersebut mengikat hidroksi apatit dalam struktur gigi yang sedang erupsi. Ikatan ini nantinya akan menetap pada dentin dan enamel sehingga mengakibatkan perubahan warna pada gigi.

 

Diskolorisasi gigi akibat penggunaan tetrasiklin
  1. Tetrasiklin terhadap gigi

Secara umum pemberian tetrasiklin dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, muntah, diare, sakit kepala ringan, glositis, alergi, kadang-kadang juga dapat memberi dampak yang lebih parah, seperti eritema dan edema. Selama tetrasiklin digunakan untuk penyembuhan, ditakutkan terjadi superinfeksi seperti kandidiasis, ini dikarenakan oleh sifat tetrasiklin sebagai antibiotik spektrum luas yang tidak hanya bakteri patogen saja, tetapi juga membunuh flora normal pada gastrointestinal sehingga menimbulkan iritasi.

Pada rongga mulut, selain kandidiasis, efek samping yang paling sering adalah perubahan warna pada gigi anak-anak terutama jika diberikan dalam jangka waktu yang panjang sehingga warna gigi menjadi coklat kehitam-hitaman. Penggunaan antibiotik sebagai spektrum luas dapat membunuh segala jenis bakteri dalam rongga mulut. Ini memberikan kesempatan bagi kandida atau jamur untuk berkembangbiak, karena banyaknya substrat yang dapat mempercepat proses pertumbuhannya sehingga mengakibatkan terjadinya kandidiasis oral.

Resiko yang paling tinggi terjadi jika tetrasiklin diberikan pada usia pembentukan gigi sulung dan gigi anterior permanen. Jika diberikan usia 2 bulan-5 tahun, maka seluruh gigi sulung dan kemungkinan gigi anterior permanen akan mengalami perubahan warna yang akan menimbulkan permasalahan estetis di kemudian hari. Perubahan warna gigi pada usia dini umumnya bersifat permanen karena tetrasiklin masuk dan berikatan dengan unsur-unsur gigi pada saat terjadinya pembentukan dentin.

Pengobatan ibu hamil dengan tetrasiklin juga menyebabkan perubahan warna gigi sulung pada bayi yang dilahirkan. Ini dikarenakan tetrasiklin dapat menembus plasenta sehingga si bayi yang berada dalam kandungan dapat terpapar tetrasiklin. Bahaya perubahan warna gigi terjadi akibak pemakaian tetrasiklin pada kehamilan trimester kedua hingga trimester ketiga.

Diskolorisasi akibat tetrasiklin pada gigi susu.
Diskolorisasi akibat tetrasiklin pada gigi susu.
  1. Merapuhkan gigi dan melubangi gigi

Pemakaian tetrasiklin yang terus-menerus menyebabkan email gigi tidak terbentuk sempurna, dan permukaan gigi tidaklah halus dan rata. Gigi menjadi sulit dibersihkan, dan plak menempel dengan kuat sehingga gigi mudah berlubang.

Ada beberapa pilihan untuk perawatan pasien yang mengalami diskolorisasi gigi yaitu bleaching dan veneer, atau penggunaan mahkota selubung atau crown. Pemilihan jenis perawatan diskolorisasi gigi yang tepat untuk setiap pasien berbeda, sehingga sangat disarankan pasien yang ingin mengembalikan estetik pada giginya, datanglah ke klinik kami untuk berkonsultasi dengan dokter gigi tentang perawatan yang tepat untuk kasusnya.

Demikian penjelasan tentang perawatan diskolorisasi gigi. Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk konsultasi kesehatan gigi di Dental Universe Indonesia ya!

Untuk informasi lebih detail, silakan Whatsapp kami (klik link di bawah ini):

Sumber :

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4109251/
  2. http://www.dentistrytoday.com/aesthetics/deep-bleaching-techniques/6073-a-conservative-treatment-option-for-tetracycline-staining
  3. Farmakologi dan terapi edisi 14. 1995. Fakultas Kedoketeran Universitas Indonesia, Jakarta
  4. https://www.ebmconsult.com/articles/tetracycline-stains-teeth-mechanism

Drg. Nidia

A Dentist who wants to travel around the world

Comments are closed.

Lokasi Klinik

Tebet, Kelapa Gading, Tanjung Duren, Serpong.

021 86611066

Reservasi perawatan via telepon.

Jam Buka Klinik

Senin - Minggu : 8:00 - 22:00 (kecuali hari libur nasional)

Buat Jadwal Temu

Reservasi perawatan via chat Whatsapp.