Wajib Tahu! Inilah 5 Fakta Tentang Gigi Sensitif

Wajib Tahu! Inilah 5 Fakta Tentang Gigi Sensitif

Ada banyak permasalahan gigi yang biasa kita alami. Mulai dari sakit gigi, gigi berlubang, menumpuknya karang gigi atau gigi sensitif.
Nah, untuk gigi sensitif sendiri ini memang bisa membuat seseorang menjadi tidak nyaman, makan terganggu, hingga malas bersosialisasi. Apalagi jika gigi sensitif tidak ditangani, tersentuh es sedikit saja rasa ngilu yang muncul bisa membuat sakit kepala.

Pakar mengatakan gigi sensitif memang tak dialami oleh semua. Meski begitu, tak ada salahnya jika kita mengetahui fakta-fakta soal gigi sensitif. Apa saja? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 fakta yang harus kamu ketahui soal gigi sensitif:

1. Disebabkan oleh iritasi

Manurut Prof Heriandi Sutadi, drg, SpKGA (K), gigi senstif terjadi karena adanya iritasi akibat senyawa kimia atau infeksi bakteri. “Saat iritasi, gigi mengalami demineralisasi yaitu hilangnya garam mineral atau senyawa pada gigi dan menyebabkan gigi berwarna buram. Semakin lama iritasi semakin dalam dan mencapai dentin yang memiliki bagian lunak,” tutur Prof Heriandi.

Lubang pada bagian dentin akan menjadi awal dari gigi sensitif, “Jika gigi yang berlubang jika tersenggol atau terkena minuman dingin akan menimbulkan rasa ngilu yang sangat sakit atau yang disebut dengan gigi sensitif,” sambung Prof Heriandi.

2. Jarang sikat gigi tingkatkan risiko

Prof Heriandi menjelaskan bahwa orang yang berisiko mengalami gigi sensitif adalah orang yang jarang menyikat gigi, orang yang menggunakan sikat gigi berbahan keras dan kasar, orang yang selalu mengonsumsi makanan dan minuman asam seperti cuka dan pempek, dan orang yang menyukai makanan manis.

“Untuk anak-anak, mereka berisiko terinfeksi gigi sensitif lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa karena gigi susu mereka belum kuat terhadap difermentasi bakteri yang menyebabkan asam berkembang dan menjadi iritasi,” tutur Prof Heriandi.

3. Kumur-kumur bantu cegah gigi sensitif

Prof Heriandi juga mengatakan bahwa yang paling terpenting dalam melakukan pencegahan gigi sensitif adalah kumur-kumur setelah mengonsumsi makanan berat maupun ringan untuk menghindari infeksi dari bakteri.

“Pertama sikat gigi dengan bersih, lalu kumur-kumur, setelah itu sikat gigi kembali dengan pelan-pelan seluruh permukaan, dan yang terkahir kumur-kumur namun jangan terlalu bersih untuk membiarkan fluor yang tersisa bereaksi dan mengurangi sensitivitas gigi,” sambung Prof Heriandi.

4. Gigi sensitif bikin mood jelek

Menurut drg Sabai Asmaraghrya, pakar kesehatan gigi dan mulut, dampak gigi sensitif pada kehidupan sosial seperti rasa kesal yang dirasakan karena gigi ngilu saat sedang asyik mengobrol bersama teman-teman.

Tidak hanya itu, rasa malu karena ekspresi kesakitan akibat gigi sensitif pun mau tak mau harus disembunyikan saat makan bersama teman. “Selain dampak sosial, dampak emosi seperti mudah marah-marah dan fungsional yang terjadi pada gigi yang disebabkan oleh gigi sensitif juga bisa dialami,” lanjut dr Sabai.

5. Gigi palsu juga bisa sensitif

Tidak hanya gigi asli, gigi palsu permanen ternyata dapat juga mengalami gigi sensitif loh. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kurang fitnya kondisi gigi palsu tersebut.

“Gigi palsu juga tergantung fitnya kan. Jadi kadang kala bagian gigi palsu kurang fit, sehingga membuat gusinya akan sedikit terbuka. Nah, itu bisa membuat kuman nempel dan bisa bikin gigi sensitif,” kata drg Sabai.

Sekarang kamu sudah tahu kan, DUIon? Untuk kesehatan gigi, kamu harus rutin lakukan pemeriksaan minimal 6 bulan sekali ya. Di Dental Universe Indonesia kamu bisa melakukan proses memutihkan gigi, pembersihan karang gigi ataupun segala kebutuhan kesehatan gigi kamu. Hebatnya, konsultasi akan diberikan secara GRATIS!!

 

https://health.detik.com/read/2016/09/02/163457/3289878/766/5-fakta-yang-harus-diketahui-soal-gigi-sensitif?_ga=2.252134985.15489850.1502252133-90346025.1502076633