Inilah Metode Bleaching Untuk Pemutihan Gigi

Proses bleaching atau memutihkan gigi memang menjanjikan bisa memiliki senyum indah nan menawan. Dengan gigi yang sehat dan putih membuat si pemilik gigi merasa terlihat lebih muda dan lebih percaya diri.

Terus gimana sih metodenya? Nih infonya untuk kalian, DUIon..

Perubahan warna gigi

Perubahan warna gigi secara fisiologik dapat terjadi seiring dengan bertambahnya umur, karena dentin (lapisan keras yang melindungi saraf gigi) dapat menjadi lebih tebal. Akibat deposisi dentin sekunder dan dentin reparatik, sehingga menghasilkan perubahan warna pada gigi.

Perubahan warna secara patologik dapat bersifat ekstrinsik (dari luar) dan intrinsik (dari dalam)

1.    Perubahan warna ekstrinsik
Adalah terjadinya stain atau deposit zat-zat dari luar tubuh yang terjadi pada permukaan email gigi.

2.    Perubahan warna intrinsik
Adalah gigi yang mengalami diskolorisasi atau perubahan warna yang terjadi semasa pembentukkan struktur gigi. Disebabkan oleh faktor dari dalam jaringan gigi atau jaringan pulpa (pembuluh darah gigi). Contohnya adalah warna gigi yang keabu-abuan pada gigi yang terkena antibitotik tetrasiklin yang dikonsumsi saat masa pembentukan email.

Macam prosedur bleaching

Proses pemutihan gigi atau bleaching dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  1. Teknik pemutihan internal untuk gigi non-vital (bleaching intra corona)
    Gigi yang sudah non-vital (mati) ini terlebih dahulu harus dilakukan perawatan saluran akar (endodontik). Bahan bleaching yang umumnya digunakan adalah superoksol (hydrogen peroksida 30% – 35%) dan sodium perborat. Dokter gigi akan memasukkan bahan bleaching ini ke dalam mahkota gigi, ditutup dengan tambalan sementara dan pasien harus kembali setelah 3 sampai 7 hari.
  2. Teknik pemutihan eksternal untuk gigi vital

    a.   At home bleaching
    Perawatan bleaching atau memutihkan gigi yang dilakukan sendiri di rumah di sebut sebagai at home bleaching. Teknik at home bleaching yang banyak dilakukan adalah dengan menggunakan tray. Pertama-tama pasien dicetak untuk mendapatkan tray yang sesuai dengan rahanganya. Warna gigi pasien sebelum dilakukan perawatan dicatat, agar warna sebelum dan sesudah aplikasi dapat dibandingkan.
    Tray ini berfungsi untuk menjaga bahan bleaching hanya terfokus mengenai gigi saja, dan tidak mengenai jaringan lunak (gusi dan sekitarnya).
    Aplikasi bahan at home bleaching ini bervariasi, tergantung petunjuk pabrik pembuatnya. Biasanya aplikasinya membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu 2-8 jam per hari selama 2 minggu.
    Selain dengan menggunakan tray, at home bleaching juga dapat dilakukan dengan menggunakan kuas dan biasa disebut paint-on bleaching. Namun biasanya konsentrasi bahan yang digunakan lebih rendah, jadi hasilnya juga kurang memuaskan.b.    In office bleaching 
    In-office bleaching biasanya menggunakan bahan hidrogen peroksida 35 %, dan dapat dilakukan dengan bantuan penyinaran atau dengan bantuan laser. Hidrogen peroksida berkonsentrasi tinggi ini jauh lebih efektif daripada karbamid peroksida yang digunakan di rumah (at-home bleaching) namun harus dilakukan oleh dokter gigi, karena ia berpotensi untuk menimbulkan iritasi pada jaringan lunak di sekitar gigi.
    Dengan adanya bantuan sinar atau panas, reaksi reduksi oksidasi dapat lebih cepat terjadi. Prosedur perawatan menjadi relatif singkat, yaitu rata-rata 1-2 jam per kunjungan. Sehingga hasilnya juga lebih memuaskan.

Nah… kamu bisa lakukan perawatan bleaching atau memutihkan gigi. Yuk, lakukan pemeriksaan kesehatan gigi kamu di Dental Universe Indonesia, karena konsultasinya GRATIS!!

by: drg. Risky Aprilia Pusparatri