Apa Itu Xerostemia (Mulut Kering) ?

Dokter gigi selalu menganjurkan agar pasiennya selalu menjaga kesehatan gigi, tapi tidak hanya kesehatan gigi, mereka juga harus menjaga kesehatan mulut. Karena mulut yang sehat mendukung gigi yang sehat pula.

Xerostomia merupakan simtom bukan suatu penyakit, keadaan ini berhubungan dengan kekurangannya sekresi saliva ( air ludah ) mengakibatkan sukar mengunyah, menelan makanan,rasa sakit pada mukosa mulut, lidah tampak merah, gangguan pengecapan, kesulitan berbicara serta perubahan dalam mikroflora mulut.

Xerostomia dapat bersifat akut atau kronis, sementara atau permanen dapat disebabkan karena :

  1. Kesehatan umum yang menurun .

Kesehatan umum yang menurun dapat menyebabkan gangguan dalam pengaturan air dan Elektrolit sehingga berkurang saliva, selain dari itu terjadi dehidrasi, panas,demam,keringat berlebihan,

  1. Penyakit lokal pada kelenjar saliva ( kelenjar ludah )

Penyakit lokal yang mempengaruhi kelenjar saliva dan yang menyebabkan berkurangnya aliran saliva misalnya sialadenitis kronis yang dapat mempengaruhi kelenjar ludah

  1. Radioterapi pada daerah kepala dan leher
Terapi radiasi pada daerah kepala dan leher dapat mengakibatkan rusak nya struktur kelenjar ludah disebabkan dosis radiasi yang cukup tinggi. Pemberian dosis radiasi di bawah 20 GY dapat mengakibatkan dis fungsi saliva, sedangkan dosis di atas 52 GY (satuan dalam radiasi) dapat menyebabkan berkuranganya saliva (ludah) secara permanen. Pada penderita kangker pemberian dosis radiasi sebesar 60-70 GY dapat mengakibatkan berkurangnya saliva dengan cepat pada minggu partama pemberian radiasi.

Penggunaan obat – obatan.

Xerostomia dapat di timbulkan sebagai efek samping obat-obatan yang di gunakan untuk perawatan suatu penyakit terutama pemakaian obat-obatan yang bermacam – macam dengan penyakit yang kompleks, hal ini sering terjadi pada usia lanjut.

Faktor psikis

Disebabkan karena ada gangguan emosional seperti. Stres , depresi , putus asa , dan ada rasa takut sehingga dapat mempengaruhi aliran saliava.

  1. Faktor usia

Proses penuaan akan menyebabkan terjadinya perubahan fungsi kelenjar saliva (ludah) karena hormon – hormon di dalam tubuh sudah mengalami penurunan / kemunduran, maka mudah sekali xerostomia terjadi pada orang usia lanjut khusus nya pada wanita lanjut usia.

Wanita menupause

Pada wanita menupause terjadinya perubahan kelenjar saliva (ludah) karena perubahan hormon.

  1. Bernapas melalui mulut

Karena adanya penyakit – penyakit infeksi pernapasan seperti. Polip , tonsil yang membesar atau adanya penyumbatan pada hidung atau individu yang tidur dengan keadaan mulut terbuka.

Kamu juga disarankan untuk lakukan pengecekan kesehatan gigi secara langsung oleh dokter gigi minimal 6 bulan sekali ya. Dan di Dental Universe Indonesia kami akan memberikan konsultasi secara GRATIS.