trauma pada gigi anak - dental universe indonesia

Mengenal Lebih Dekat Soal Trauma pada Gigi Anak

Luka trauma pada gigi anak memiliki masalah yang spesifik dan penanganan yang berbeda dengan gigi permanen, fraktur mahkota dan gigi goyang adalah yang paling sering terjadi dari semua luka trauma. Trauma pada mulut sering terjadi dan sebanyak 5% dari luka yang terjadi pada manusia. Pada kelompok umur 0-6 tahun, luka rongga mulut adalah cedera pada peringkat kedua yang paling umum, meliputi 18% dari semua cedera somatik.

Dari luka rongga mulut, yang paling sering terjadi adalah cedera pada gigi dan diikuti cedera jaringan lunak. Cedera kegoyangan gigi meliputi satu atau beberapa gigi, terutama trauma pada gigi anak umur 1-3 tahun dan biasanya akibat jatuh, Sekarang ini diakui bahwa luka pada anak adalah masalah besar pada kesehatan anak. Pedomannya antara lain, harus membantu dokter gigi, profesional kesehatan dan pasien dalam membuat keputusan. Mereka juga harus kredibel, mudah dipahami, dan praktis dengan tujuan memberikan perawatan yang tepat secara efektif dan seefisien mungkin.

Kira-kira Apa Dampak yang Ditimbulkan ya?

Anak-anak pada masa remaja sering mengalami traumatik injuri khususnya trauma pada gigi anak anterior. Kerusakan gigi tersebut berpengaruh terhadap kesehatan gigi maupun mental anak. Fungsi bicara, pengunyahan, estetik, serta pertumbuhan dan perkembangan gigi dapat terganggu. Akibat dari traumatik injuri pada gigi sulung dapat membengaruhi keadaan gigi permanen antara lain adanya gangguan erupsi, gigi impaksi, enamel hipoplasia, hipokalsifikasi, dilaserasi Diskolorasi mahkota gigi dan hipoplasia pada gigi insisif juga dapat terjadi karena intrusi atau avulsi gigi anak di usia 1-3 tahun. Hal tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk perawatan yang akan dilakukan dimana pada gigi insisif sulung yang avulsi tidak disarankan untuk replantasi gigi.

Lalu Perawatan Apa ya yang Kira-kira Dibutuhkan?

Suatu perawatan traumatik injuri ditentukan berdasarkan pemeriksaan klinis, radiografi, dan tes tambahan seperti palpasi, perkusi, sensitivitas, dan evaluasi mobilitas. Perencanaan perawatan didasarkan pada pertimbangan status kesehatan dan perkembangan pasien, serta sejauh mana trauma tersebut. Rujukan mungkin diperlukan untuk memastikan diagnosis sehingga perawatan yang diberikan juga tepat.

Sebelum melakukan tindakan perawatan, pentingnya menenangkan emosi pasien (anak) maupun orang tuanya. Biasanya setelah terjadi kecelakaan, anak akan syok sehingga bila dokter gigi langsung melakukan perawatan terhadap luka/trauma yang terjadi, sementara rasa takut dan cemas yang dirasakan anak belum hilang, kemungkinan anak akan menunjukkan sikap yang tidak koperatif.

Baca Juga : Perbedaan Tambal dan Veneer Gigi ini

Perawatan traumatik injuri pada gigi sulung tergantung dari keadaan gigi dan kerjasama dari anak tersebut. Trauma gigi hingga mengenai pulpa dapat dilakukan perawatan pulpotomi parsial atau pulpektomi dengan ZnOE/Ca(OH). Namun tidak semua gigi harus dilakukan perawatan. Dalam beberapa laporan kasus, pencabutan gigi dijadikan sebagai pilihan alternatif apabila anak tidak kooperatif. Trauma gigi sulung yang mengganggu benih gigi permanen juga merupakan indikasi pencabutan
Dalam membantu kestabilan gigi yang terkena trauma, diperlukan splint. Splint fleksibel dapat membantu penyembuhan jaringan periodontal. Karakteristik splint yang ideal antara lain:

– Mudah dibuat di dalam mulut tanpa menambah trauma.
– Bersifat pasif kecuali bila diperlukan gaya-gaya ortodontik
– Memungkinkan pergerakan fisiologis (kecuali pada fraktur akar)
– Tidak mengiritasi jaringanlunak
– Tidak mengganggu oklusi
– Memungkinkan akses endodontik
– Mudah dibersihkan
– Mudah dibuka

Luksasi gigi pada anak biasanya dapat sembuh dengan sendirinya juga dapat menghindari pencabutan gigi. Keterampilan dan pengalaman seorang dokter sangat berpengaruh dalam mengelola perilaku pasien, orang tua, atau wali dalam situasi darurat. Setelah mendapatkan diagnosis yang akurat dan penjelasan mengenai pilihan perawatannya, diharapkan dokter dan pasien dapat memutuskan perawatan apa yang terbaik untuk anak tersebut.

Demikian penjelasan tentang luka trauma pada gigi anak. Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk konsultasi kesehatan gigi di Dental Universe Indonesia ya!

Untuk informasi lebih detail, silakan Whatsapp kami (klik link di bawah ini):

Dentist. Born to be wild and marvelous.