Gigi Kuning Yuk Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya - Dental Universe Indonesia

Gigi Kuning? Yuk Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya!

Mungkin Anda selama ini bertanya-tanya, mengapa bisa terjadi gigi kuning padahal Anda telah rajin menyikatnya? Masalah gigi kuning memang tak jarang membuat beberapa orang menjadi tidak percaya diri. Di samping itu, banyak hal yang dapat mempengaruhi warna gigi berubah menjadi kuning. Kondisi yang dapat mengganggu penampilan ini akan terlihat makin jelas seiring bertambahnya usia.

Seiring bertambahnya usia, lapisan enamel gigi yang putih makin tipis sehingga lapisan dentin yang berwarna kuning makin terlihat. Selain itu, makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari dapat mempercepat perubahan warna gigi menjadi kuning. Sebagian besar penyebab perubahan warna gigi dibagi menjadi dua kategori utama, yakni noda ekstrinsik dan intrinsik. Gigi kuning juga bisa disebabkan oleh beragam faktor kesehatan, mulai dari penggunaan obat-obatan hingga penyikatan yang tidak memadai.

  1. Noda Ekstrinsik

Noda ekstrinsik berasal dari asupan makanan dan minuman yang mempengaruhi permukaan enamel, yakni lapisan gigi yang keras dan terluar. Meskipun email gigi dapat dengan mudah diwarnai, noda ini biasanya dapat dihilangkan atau dikoreksi. Sumber noda ekstrinsik tersebut adalah sebagai berikut tar dan nikotin dalam tembakau, makanan dan minuman yang berwarna gelap, buah dan sayuran tertentu yang mengandung kromogen (buah delima, ceri dan anggur), makanan dan minuman yang asam (dapat mengikis email dan membuat pigmen lebih mudah menempel pada gigi), wine dan teh (Koleoso DC et al, 2004).

  1. Noda Intrinsik

Noda intrinsik terjadi di dalam struktur bagian dalam gigi yang disebut dentin. Noda tipe ini lebih sulit dihilangkan. Berikut ini adalah di antaranya:

  • Konsumsi antibiotik khususnya jenis tetracycline atau doxycycline pada saat gigi masih berkembang (sebelum usia 8 tahun), gigi mereka dapat berubah menjadi kuning kecoklatan. Wanita yang mengonsumsi tetrasiklin setelah bulan keempat kehamilan atau saat menyusui juga berisiko memiliki bayi dengan gigi yang berubah warna.
  • Obat kumur. Pada fase dewasa, menggunakan obat kumur yang mengandung chlorhexidine sebagai senyawa pembunuh bakteri dan mengobati gingivitis (radang gusi), juga dapat menyebabkan perubahan warna coklat pada gigi.
  • Perawatan kemoterapi. Perawatan yang biasanya dijalani penderita kanker, serta radiasi pada kepala dan leher juga dapat menyebabkan timbulnya noda intrinsik. Bahkan, beberapa obat yang relatif umum digunakan seperti anti histamin, anti psikotik, dan obat penurun tekanan darah terkadang bisa menjadi penyebab gigi kuning.
  • Meskipun fluoride dapat bermanfaat untuk memperkuat email dan mencegah pembusukan gigi, terlalu banyak mineral justru tidak baik untuk warna gigi Anda. Fluorosis, yang dihasilkan dari jumlah fluoride yang berlebihan, dapat menimbulkan garis-garis putih atau bintik-bintik coklat pada gigi (Koleoso DC et al, 2004).

Baca Juga : Bleaching, Cara Tepat dan Cepat untuk Memutihkan Gigi

Selain noda, beberapa penyebab lain gigi yang berubah warna termasuk faktor genetika, usia, penyakit, dan cedera.

  • Faktor keturunan. Alasan paling utama adalah faktor genetika. Ketidaksempurnaan pada dentin ogenesis dan amelogenesi simperfekta adalah dua kelainan bawaan yang menyebabkan gigi berkembang secara tidak tepat sehingga dapat menyebabkan perubahan warna. Keturunan juga merupakan alasan mengapa beberapa orang memiliki enamel gigi alami yang lebih terang atau lebih tebal daripada yang lain. Anda mungkin saja dilahirkan dengan gigi yang tampak lebih kuning (atau lebih putih) dibandingkan dengan gigi orang lain. Bagian ini berkaitan dengan ketebalan enamel Anda yang semi-transparan. Jika Anda memiliki lapisan tipis enamel dan warna asli dentin kekuningan akan terlihat.
  • Usia. Usia juga dapat menggelapkan warna gigi Anda. Ketika usia bertambah, lapisan luar enamel dan produksi air liur akan menipis seiring berjalannya waktu, membuat gigi tampak lebih kuning. Perlindungan terbaik terhadap penipisan enamel adalah memastikan produksi air liur yang tepat sehingga dapat membersihkan makanan dan plak gigi, serta mendapatkan fluoride yang cukup. Sikat dua kali sehari gigi Anda dengan pasta gigi berfluoride, minum air yang diolah dengan fluoride, dan temui dokter jika Anda mengalami mulut kering untuk membantu mencegah email gigi semakin menipis.
  • Cedera serupa yang merusak saraf atau gigi pada orang dewasa juga dapat menyebabkan perubahan warna gigi permanen. Selain itu, orang-orang yang mengadu gigi mereka secara berlebihan, seringkali saat tidur, perlahan-lahan dapat mengangkat lapisan luar dari email gigi yang mengekspos dentin kekuningan di bawahnya.

Baca Juga : Memutihkan Gigi dengan Teknik Home Bleaching

 Lalu Bagaimana Cara Mencegahnya?

  •  Tingkatkan kebersihan gigi. Bersihkanlah gigi secara teratur, dengan cara menyikat dan flossing setelah makan. Selain itu, pastikan mengunjungi dokter gigi tiap enam bulansekali.
  • Gunakan sedotan. Memakai sedotan saat mengonsumsi jus, minuman berkarbonasi, dan teh bisa mengurangi noda gigi. Dengan begini minuman bisa langsung tertelan dan minim kontak dengan gigi.
  • Berkumur lebih aman dilakukan setelah makan daripada langsung menyikat gigi. Selain berkumur, mengunyah permen karet tanpa gula juga bisa dilakukan agar noda tidak bertahan lama di gigi.
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman penyebab gigi kuning. Mungkin sulit untuk menghilangkan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman di atas, secara sekaligus. Anda bisa mencoba dengan mengurangi konsumsinya. Demikian juga dengan merokok. Ingat, mengurangi kebiasaan merokok bukan hanya akan baik untuk kesehatan mulut dan gigi, tapi juga untuk jantung dan paru-paru Anda.

Nah jangan lupa jaga kesehatan gigi dan mulut dengan rutin membersihkannya. Selain itu, untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, Anda juga perlu rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Demikian penjelasan tentang penyebab dan cara mencegah gigi kuning. Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk konsultasi kesehatan gigi di Dental Universe Indonesia ya!

Untuk informasi lebih detail, silakan Whatsapp kami (klik link di bawah ini):

DAFTAR PUSTAKA

Koleoso DC, Shaba OP, Isiekwe MC. Prevalence of intrinsic tooth discolouration among 11-16 year-old Nigerians. Odontostomatol Trop 2004;27:35-9.

Koleoso DC, Shaba OP, Isiekwe MC. Extrinsic tooth discolouration in 11-16 year-old Nigerian children. Odontostomatol Trop 2004;27:29-34

Watts A, Addy M. Tooth discolouration and staining: A review of the literature. Br Dent J 2001;190:309-16.

Dentist.